Your Adsense Link 728 X 15

7 Persiapan Jadi Ayah

Posted by I Nyoman Rahgunastra Selasa, 17 April 2012 0 komentar














Tidak ada ilmu menjadi ayah. Tetapi, Anda wajib menyiapkan diri secara fisik dan psikologis menyambut kedatangan bayi. Berikut diantaranya:
  1. Bicarakan kehamilan. Kegembiraan istri Anda telah hamil jangan berhenti hanya sampai memandangi test pack dengan 2 strip semalaman. Bicarakan topik kehamilan dengan istri: saling tukar perasaan, optimisme, kekhawatiran, termasuk bahas perubahan yang akan terjadi baik pada istri, hubungan Anda berdua, situasi finansial dan lain-lain. Dengan pembicaraan itu, Anda berdua akan memiliki, atau akan terbuka untuk saling menyesuaikan, sikap dan cara pandang terhadap kehamilan dan  hadirnya anak di dalam keluarga.
  2. Siap-siap menghadapi perubahan istri sebagai dampak kehamilan: tubuh dan suasana hatinya. Sejak awal, bahas kemungkinan yang akan terjadi, bahkan yang terburuk sekali pun. Misalnya saja, dia terpaksa berhenti bekerja karena kehamilannya bermasalah. Dengan demikian setiap masalah bisa diantisipasi, tidak ada kejutan di belakang hari.  
  3. Belajar bersama. Baca buku ini bersama dan diskusikan hal-hal yang menarik perhatian Anda berdua.
  4. Tambah kadar tanggung jawab. Menjadi ayah bukan tradisi turun-temurun atau sekadar status sosial, melainkan ibarat profesi yang menuntut tanggung jawab tak berkesudahan. Tanggung jawab Anda kini adalah melindungi istri yang hamil dan menyiapkan kedatangan bayi, baik secara finansial (mengumpulkan uang untuk biaya kehamilan dan persalinan), fisik (menjadi ayah SIAGA -siap antar jaga) dan emosi (memberi dukungan tak putus-putus untuk setiap keluhan dan masalah istri).
  5. Be positive. Kehamilan, persalinan dan memiliki anak adalah peristiwa besar yang berisiko. Selalu berpikir dan bersikap positif bila tertimpa musibah, akan meringankan beban Anda.  
  6. Komitmen ikut terlibat dalam kehamilan dan mengurus bayi. Mulailah dengan komitmen mengantar istri setiap kali memeriksa kandungan ke dokter. Bila bayi telah lahir, bantu istri merawatnya, seperti memandikan, mengganti popok atau menidurkan bayi. Itu akan sangat meringankan tugas istri dan merekatkan hubungan Anda dengannya dan dengan bayi. Sebagai bukti komitmen, belajarlah itu semua dari sekarang.
  7. Ubah gaya hidup. Sejak mendengar istri hamil, mestinya gaya hidup Anda juga berubah seperti dia. Itu baru toleransi! Idealnya, bersikaplah seolah-olah Anda juga hamil, misalnya berhenti merokok, tidak makan atau jajan sembarangan, tidak berpesta sampai jauh malam, dan bila ada yang menawari minuman beralkohol katakan, “Tidak terima kasih, kami lagi hamil, nih!”

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...